gw dah mengakui pikiran tentang meninggalkan itu dan mengungkapkannya. dan gw rasa gw salah selama ini. gw menyembunyikannya selama ini karena takut akan terjadi hal yang ga di inginkan. tapi ternyata ga. gw cuma parno aja ndiri. Kenyataannya semua di terima pacar dengan wajar, ga da hal yang bikin semuanya kacau. semua masih berjalan baik2 ja.
gw sesadarnya suka memunculkan pikiran itu. si pacar akhirnya menyadari bahwa gw ternyata tipe orang yang ketika membicarakan sesuatu selalu mengambil sisi pahitnya dulu. gw tw sikap seperti itu ga seharusnya. tapi mang terkadang lebih mudah menegatifkan sesuatu di banding mempositifkan sesuatu. kalo ada yang tanya lebih suka menyebut gelas setengah terisi ato gelas setengah kosong, mana yang bakal di pilih. untuk itulah gw butuh waktu. gw lum siap memberikan kekurangan gw sama seseorang sepenuhnya, betapapun orang ntu udah siap nerima kekurangan gw dan cukup bisa mengimbangi nya. itulah kenapa tentang meninggalkan menjadi jalan satu2nya yang teruz muncul di pikiran gw. yang tanpa gw sadari saat ini, sementara, menjadi pembenaran gw untuk sikap gw yang suka mengambil sisi pahit dari sesuatu hal.
di luar ntu semua gw bener2 pengen bisa ga memunculkan lagi pikiran itu. ------hope so------
No comments:
Post a Comment