Wednesday, May 29, 2024
Dear you
Dear you,
satu-satunya hal yang aku punya saat ini hanya harga diriku, yang entah akan aku lambungkan tinggi atau aku tenggelamkan ke dasar. tahun ini menjadi tahun terburuk dalam hidupku kurasa. kamu yang berselingkuh lagi dan tidak merasa bersalah sama sekali. ini pertama kali kamu blokir no telp ku, rasanya seperti runtuh semua yang sudah aku usahakan. pengabaian terhadap anak dan orang tua. lebih memilih berselisih jalan dengan istri dan saudara.
aku sebenernya masih sangat menyayangimu, menginginkanmu kembali lagi di tengah hangat nya keluarga ini. tapi pikiran mu itu terlalu sulit untuk aku pahami. sebenernya kita yang sulit untuk saling memahami. kamu merasa benar, aku juga merasa benar. saling memaki dan mempersalahkan.
benar-benar tidak pernah terbayangkan kita akan seperti ini. seperti musuh abadi yang akan terus saling membenci. lalu sekarang kau pergi, tanpa kabar, tanpa berita, membuat luka semakin terluka. sampai kapan?kau tau semua porak-poranda karena ego.
banyaknya airmata yang mengalir di setiap malamku, kini sudah tidak lagi menjadi peluluh keras hatimu. atau memang kita harus berakhir disini?
Friday, May 13, 2022
Hope
jadi saya masih tetap harus mencoba menanti hope atau saya harus hop?
Sepertinya beberapa 'curhatan' ke depan bakalan berisi tentang betapa hopelessnya saya.
Hidup saya beberapa bulan ke depan mungkin akan terselubungi dengan kecemasan. iya, akan terus merasa takut. apa si DIA akan terus berbuat curang di belakang saya? apa si DIA akan terus membuat lubang di hati saya? apa si DIA akan selalu membuat saya overthinking?
Saya masih berharap ada hope walaupun saat ini saya sedang hopeless.jadi saya tidak tau apakah saya harus hop!?
Boleh ga saya bongkar semua nya?
Boleh ga menggila?
Boleh ga saya hop?
Saya belum puas meredakan rasa sakit ini...!!!
Wednesday, May 11, 2022
Sweet
Sweet sekali ya...
rasanya melihat cinta mereka itu, benar2 seperti tak akan pernah terjadi di kehidupan nyata. tatapan mata yang memuja. genggaman tangan yang tak akan pernah terlepas dan tak menggenggam yang lain serta hati yang akan terus terjaga.
Sedangkan kita...kehidupan yang nyata.
nafsu membenarkan segala nya. tak perduli menyakiti. tak perduli luka yang akan membekas. tak perduli menghancurkan kepercayaan. tak perduli semua tak kan sama lagi seperti semula.
Kita yang akan terus menyalahkan satu sama lain. kita yang akan terus merasa bersalah pada yang lain.
Kita yang akan selalu menangis lagi, kecewa lagi, marah lagi...seterusnya begitu.
Kita yang tidak lagi saling menghormati, tidak lagi saling perduli, tidak lagi saling menjaga.
Cinta itu tetap ada hanya terasa hambar, tak lagi menggebu...tak lagi terlalu merindu...entah sampai kapan ini akan terulang lagi...lagi...dan lagi.
Cinta kita ga lagi sweet seperti cinta mereka.
Thursday, October 28, 2021
Surat Pertama
my dearest wildan,
bulan ini 10 tahun nak umur mu jika masih bersama ku. maafkan ibu mu yang tidak bisa menjaga mu saat itu. ya itu memang sudah jalan yang diberikan Allah untuk kita. tapi ijinkan ibumu untuk meminta maaf nak.
ibu yakin kamu lebih bahagia disana , kembali pada Dzat yang maha kuasa yang maha memiliki segala sesuatu di dunia ini.
love you nak...
Saturday, October 13, 2018
Dalam Diam
Wanita itu hanya duduk terdiam menatap kanopi teras rumah mereka yang mulai kusam. Sambil berpikir tentang hal yang telah terjadi. Saat itu gerimis mulai jatuh, sedikit-sedikit, menimbulkan bunyi yang agak berisik di atas kanopi kusam itu. Tapi wanita itu tak terusik...
Kecewa...hatinya hancur. Dalam diamnya mencoba menguatkan apa yang tersisa dari perasaannya. Mencoba sekuat tenaga untuk mengumpulkan kembali serpihan hatinya. Ya dia harus...
Karena hanya itu yang dia bisa.
Sejenak wanita itu sempat berfikir untuk mengecam dunia. Menyatakan bahwa mencintai itu menyakitkan. Mengalah itu bodoh. Bertahan itu racun yang membunuh perlahan. Dan pria itu, yang dia cintai adalah orang paling bertanggungjawab atas kemalangan hidupnya.
Namun dia hanya diam. Meredam emosinya. Meremas-remas kepalan tangannya sendiri. Menyeka sisa-sisa kesedihan disudut matanya. Tersenyum. Dan bangkit menjalankan sisa takdir hidupnya. Beraktifitas lagi seperti biasanya...
Wednesday, October 10, 2018
Selamat Malam
Selamat malam cinta...
Masihkah kau terengah mengejarku atau berhenti di lelah yang sudah berujung?
Aku merasakan hilangnya gairah, yang bergemuruh di dada kini hanya gelisah.
Cinta, ingatkah pada cerita betapa menggebu-gebunya hasrat kita masa itu?
Rindu...
Ah... Rasanya seperti sudah berabad lalu, ingatan makin pudar dan bertahan terasa sembilu.
Cinta, seandainya ini hanya mimpi buruk, kuingin lekas terbangun. Karna dalam mimpi saja tak bersamamu sungguh menyakitkan.
Ah... Sakit ini begitu nyata.
Selamat malam cinta, rebahlah,istirahatkan lelahmu, kejar lagi aku esok...
Wednesday, July 11, 2018
Menulis Isi
Rasanya terluka ketika sedang menangis lalu ditinggal pergi oleh orang yang ekspektasinya akan luluh dan memeluk erat meski dalam diam. Itu yang sedang terjadi sekarang...
Menulis ini meringankan...
Lelah menangis jujur saja. Enggan dengan tanda tanya besok yang mungkin terutarakan atau juga tidak, tentang mengapa mata ini sembab...
Sungguh tangisan malam ini bukan acting. Dan tak pernah acting menangis. Menghibur diri saja, toh saya sekarang sendiri.
Tapi ini benar2 mujarab, airmata dan sesenggukan hilang perlahan...menulis ini.
Baiklah...mungkin saya harus lebih sering berkunjung disini. Jadi bisa melupakan pikiran, "apa saya orang paling menderita di dunia? "#bodoh.
Subscribe to:
Posts (Atom)


