Saturday, October 13, 2018

Dalam Diam

Wanita itu hanya duduk terdiam menatap kanopi teras rumah mereka yang mulai kusam. Sambil berpikir tentang hal yang telah terjadi. Saat itu gerimis mulai jatuh, sedikit-sedikit, menimbulkan bunyi yang agak berisik di atas kanopi kusam itu. Tapi wanita itu tak terusik... Kecewa...hatinya hancur. Dalam diamnya mencoba menguatkan apa yang tersisa dari perasaannya. Mencoba sekuat tenaga untuk mengumpulkan kembali serpihan hatinya. Ya dia harus... Karena hanya itu yang dia bisa. Sejenak wanita itu sempat berfikir untuk mengecam dunia. Menyatakan bahwa mencintai itu menyakitkan. Mengalah itu bodoh. Bertahan itu racun yang membunuh perlahan. Dan pria itu, yang dia cintai adalah orang paling bertanggungjawab atas kemalangan hidupnya. Namun dia hanya diam. Meredam emosinya. Meremas-remas kepalan tangannya sendiri. Menyeka sisa-sisa kesedihan disudut matanya. Tersenyum. Dan bangkit menjalankan sisa takdir hidupnya. Beraktifitas lagi seperti biasanya...

Wednesday, October 10, 2018

Selamat Malam

Selamat malam cinta... Masihkah kau terengah mengejarku atau berhenti di lelah yang sudah berujung? Aku merasakan hilangnya gairah, yang bergemuruh di dada kini hanya gelisah. Cinta, ingatkah pada cerita betapa menggebu-gebunya hasrat kita masa itu? Rindu... Ah... Rasanya seperti sudah berabad lalu, ingatan makin pudar dan bertahan terasa sembilu. Cinta, seandainya ini hanya mimpi buruk, kuingin lekas terbangun. Karna dalam mimpi saja tak bersamamu sungguh menyakitkan. Ah... Sakit ini begitu nyata. Selamat malam cinta, rebahlah,istirahatkan lelahmu, kejar lagi aku esok...