~Semua akan baik2 saja. Saya yakin.~
Mengakui = kacang tak lupa pada kulitnya...
Mengakui = timbulnya rasa haru...
Rasanya menyenangkan memang. Di akuinya eksistensi seseorang, menandakan bahwa dia memang di anggap ada,walau kehadirannya tak begitu berguna. Buat seseorang yg di depak dari sebuah perjuangan...pengakuan kecil...silaturahmi yang masih terjalin...tegur sapa yang masih ada...sangat berharga, penghilang rasa sakit. Walau tak semua orang mw mengakui...
Benar adanya rusak susu sebelanga karena nila setitik. Tapi haruskah kita selalu berpikir demikian?
Kacang lupa pada kulitnya...?
Tuesday, August 31, 2010
Friday, August 27, 2010
Menetapkan Hati
~Semua akan baik2 saja. Saya yakin.~
*Ini tentang menetapkan hati...bukan hanya untuk menuruti keinginan hati...*
Sedikit nya setiap kali bertemu, saya selalu bilang padanya bahwa setiap manusia punya jalan hidup masing2. Entah itu di jalani dengan ketetapan hati atau hanya menuruti keinginan sesaat dari hati.
"Tapi ketetapan akan tumbuh di awali keinginan. Dan aku yakin keinginan aku itu tidak hanya sesaat."katamu padaku.
Baiklah...
Saya sendiri hanya berharap semua yang saya tetapkan sesuai dengan keinginan hati ...
*Ini tentang menetapkan hati...bukan hanya untuk menuruti keinginan hati...*
Sedikit nya setiap kali bertemu, saya selalu bilang padanya bahwa setiap manusia punya jalan hidup masing2. Entah itu di jalani dengan ketetapan hati atau hanya menuruti keinginan sesaat dari hati.
"Tapi ketetapan akan tumbuh di awali keinginan. Dan aku yakin keinginan aku itu tidak hanya sesaat."katamu padaku.
Baiklah...
Saya sendiri hanya berharap semua yang saya tetapkan sesuai dengan keinginan hati ...
Tuesday, August 24, 2010
Bicara...cerita itu lagi...
~Semua akan baik2 saja. Saya yakin.~
Dari hari ke hari rasanya makin banyak yang ga menemukan kenyamanan di tempat itu...
Semakin banyak bisik-bisik untuk menumpahkan kekesalan...kegondokan...dan entah apa lagi...
Karena rasanya hanya itu satu-satunya cara meredakan kemarahan hati...saat ini...
Semua ini pada dasarnya hanya tentang bicara...bicara dengan santun...bicara dengan bijak...bicara dengan toleransi...terutama bicara dengan hati...
Apa salahnya memberi sedikit kesenangan pada orang lain?toh nanti nya orang akan mengerti dengan sendirinya...toh pun kalau tidak, beri pengertian dengan hati...
Penat dengan cerita yang itu-itu lagi sebenarnya tapi apa mau di kata...setiap hari ada saja tingkah untuk mulai di ceritakan...lagi dan lagi...
Dari hari ke hari rasanya makin banyak yang ga menemukan kenyamanan di tempat itu...
Semakin banyak bisik-bisik untuk menumpahkan kekesalan...kegondokan...dan entah apa lagi...
Karena rasanya hanya itu satu-satunya cara meredakan kemarahan hati...saat ini...
Semua ini pada dasarnya hanya tentang bicara...bicara dengan santun...bicara dengan bijak...bicara dengan toleransi...terutama bicara dengan hati...
Apa salahnya memberi sedikit kesenangan pada orang lain?toh nanti nya orang akan mengerti dengan sendirinya...toh pun kalau tidak, beri pengertian dengan hati...
Penat dengan cerita yang itu-itu lagi sebenarnya tapi apa mau di kata...setiap hari ada saja tingkah untuk mulai di ceritakan...lagi dan lagi...
Friday, August 20, 2010
That hurts, just fade away
~Semua akan baik2 saja. Saya yakin.~
*Lalu secara perlahan kau menghampirinya...memastikan bahwa dia tak terluka...menghela napas sejenak...kemudian memberanikan diri tuk menyentuhnya...*
Kau tau, sentuhanmu itu adalah obat yang perlahan memudarkan rasa sakit di lukanya. Hanya dengan menyentuhnya...memastikan dia baik2 saja...dia tau, bahwa kau perduli...dan itu cukup baginya.
And that hurts...just fade away...
Kau sendiri juga tau kan? Bahwa setiap luka yang kau torehkan padanya, hanya kau yang bisa mengobati...
Walau begitu...kenapa kau tega terus-menerus menorehkan luka...menyembuhkannya...menorehkannya lagi...menyembuhkannya lagi...terus seperti itu... Bukankah akan berbekas?
Kau tau? Dia mencintaimu!!! Sangat mencintaimu!!!
Sadarlah....!!!
Tak perduli terluka atau bahagia... Dia tetap bahagia...
That hurts, just fade away...
*Lalu secara perlahan kau menghampirinya...memastikan bahwa dia tak terluka...menghela napas sejenak...kemudian memberanikan diri tuk menyentuhnya...*
Kau tau, sentuhanmu itu adalah obat yang perlahan memudarkan rasa sakit di lukanya. Hanya dengan menyentuhnya...memastikan dia baik2 saja...dia tau, bahwa kau perduli...dan itu cukup baginya.
And that hurts...just fade away...
Kau sendiri juga tau kan? Bahwa setiap luka yang kau torehkan padanya, hanya kau yang bisa mengobati...
Walau begitu...kenapa kau tega terus-menerus menorehkan luka...menyembuhkannya...menorehkannya lagi...menyembuhkannya lagi...terus seperti itu... Bukankah akan berbekas?
Kau tau? Dia mencintaimu!!! Sangat mencintaimu!!!
Sadarlah....!!!
Tak perduli terluka atau bahagia... Dia tetap bahagia...
That hurts, just fade away...
Friday, August 13, 2010
Kewarasan yang semu
~Semua akan baik2 saja. Saya yakin.~
Terkadang dalam warasmu terselip gundah di setiap selanya. Akhirnya membuat ketidaksadaran yang mengharubirukan rasa. Senandungmu pun akhirnya hanya mengiramakan luka. Dan ceria mu berubah airmata.
Sudah sering kali aku katakan,"Ungkapkan saja!."
Dan kau selalu saja berkata,"Perasaanku tak pernah penting untuk nyata. Biarkan saja tetap semu. Aku tidak apa-apa."
Tapi aku tau rasanya...kesemuan itu mematikan...ketidaknyataan itu menyakitkan. Dan kau tetap menginginkan kesakitan itu hanya untuk memastikan kesemuan itu nyata?Agar dunia yang penuh tanya itu tetap menjadi bagian darimu?Mengharapkan keibaan menyelamatkanmu?
Sungguh aku harus katakan ini padamu,jiwa... Jika kau terus begitu,bersiaplah redup, tersia-sia dan mati perlahan.
¤so cheer up,girl¤
Terkadang dalam warasmu terselip gundah di setiap selanya. Akhirnya membuat ketidaksadaran yang mengharubirukan rasa. Senandungmu pun akhirnya hanya mengiramakan luka. Dan ceria mu berubah airmata.
Sudah sering kali aku katakan,"Ungkapkan saja!."
Dan kau selalu saja berkata,"Perasaanku tak pernah penting untuk nyata. Biarkan saja tetap semu. Aku tidak apa-apa."
Tapi aku tau rasanya...kesemuan itu mematikan...ketidaknyataan itu menyakitkan. Dan kau tetap menginginkan kesakitan itu hanya untuk memastikan kesemuan itu nyata?Agar dunia yang penuh tanya itu tetap menjadi bagian darimu?Mengharapkan keibaan menyelamatkanmu?
Sungguh aku harus katakan ini padamu,jiwa... Jika kau terus begitu,bersiaplah redup, tersia-sia dan mati perlahan.
¤so cheer up,girl¤
Subscribe to:
Posts (Atom)